Perempuan Indonesia yang Inspiratif

Perempuan Indonesia yang Inspiratif

Indonesia tak melulu mempunyai R.A Kartini, Cut Nyak Dien, dan Rasuna Said. Di masa kini, tidak sedikit srikandi-srikandi canggih yang patut jadi panutan. Dalam rangka Hari Perempuan Internasional yang jatuh di bulan Maret ini, kami memperlihatkan lima orang wanita yang mempunyai prestasi di sekian banyak bidang.

Perjuangan mereka untuk memburu kesuksesan bisa menjadi ilham berharga untuk perempuan-perempuan Indonesia lainnya. Yuk simak cerita mereka.

1. Dian Sasmita
Pendiri Yayasan Kapas
Perempuan berisi inspirasi di bidang sosial

Ketika tidak sedikit orang menyerahkan stigma negatif terhadap anak pelaku kriminal, Dian Sasmita, pendiri yayasan kapas mengerjakan hal yang berbeda. Baginya, masing-masing orang berhak mendapatkan peluang kedua. Bersama-sama dengan temannya, mereka mengerjakan pendampingan dalam penjara.

“Anak-anak dan remaja sangat rentan terhadap kekerasan, eksploitasi, dan kekerasan seksual. Kita seluruh tahu bahwa penjara lokasi yang paling tidak tepat untuk mereka,” ujar Dian.

Sahabat Kapas lebih memfokuskan perhatian pada anak-anak yang mendekam di penjara umum, di mana anak-anak dan tahanan dewasa dibaur meskipun sedang di sel terpisah. Berbeda dengan penjara anak yang didesain melulu untuk tahanan anak saja, penjara umum paling tidak ramah untuk anak.

 

Perempuan Indonesia yang Inspiratif
Perempuan Indonesia yang Inspiratif

 

Menurut pokertiam yayasan ini pun berkampanye guna melawan hukuman penjara untuk anak, dan lebih merekomendasikan diversi – pengembalian untuk orang tua – dan rehabilitasi sebagai solusi menanggulangi anak pelaku kriminal. Sahabat Kapas pun bekerja guna meyakinkan anak-anak di penjara masih punya hak atas pendidikan, kesehatan, dan rasa aman.

Sahabat Kapas hendak mengajarkan masyarakat guna tidak menghakimi dan mengucilkan anak. Sebaliknya mereka hendak masyarakat mulai mengayomi hak-hak anak yang terampas sebab hukuman.

Organisasi ini terus berjuang untuk memberi peluang kedua untuk anak-anak yang bermukim di balik jeruji besi, menghapuskan stigma negatif,mencairkan trauma, dan memberi mereka asa bahwa hari esok yang lebih baik menantikan di balik tembok penjara.

2. Safrina Rovasita
Guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Yapena Yogyakarta
Perempuan berisi inspirasi di bidang pendidikan

Profesi guru barangkali terkesan biasa saja. Tapi Safrina bukan guru biasa. ia ialah penderita cerebal palsy (cacat otak) yang sukses mengenyam pendidikan sampai S-2.

Cerebal palsy membuat keterampilan motorik Safrina terganggu. Ia mengalami kendala mengendalikan semua ototnya. ia pun kesulitan berlangsung dan berbicara.

Dicibir semenjak masa kanak-kanak tak menciptakan Safrina menyerah. Ia terus konsentrasi menggapai impiannya guna meraih edukasi tinggi. tak jarang orang menyalahartikan penyakitnya. bahkan sejumlah guru memandang nya keterbelakangan mental dan tak dapat menjalankan proses belajar yang umum.

Tapi sekarang Safrina sudah memperlihatkan kemampuannya. Ia sekarang tengah tengah menjalankan kuliah masternya di Universitas Islam Negeri Yogyakarta. Ia menuntaskan kuliah S-1 di Universitas Negeri Yogyakarta dan menjadi alumni kesatu yang menderita cerebal palsy.

Di samping sibuk memburu gelar S-2, Safrina sekarang mengabdi sebagai guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Yapena Yogyakarta. Tujuannya sangatlah mulia. Safrina hendak mengabdikan diri pada edukasi anak berkebutuhan eksklusif yang sekitar ini masih menjadi ‘anak tiri’ di sekolah. Saat ini, masih tidak sedikit banyak sekolah yang tidak ramah dan diskriminatif terhadap anak difabel.

3. Suksma Ratri
Memperjuangkan hak penderita AIDS
Perempuan berisi inspirasi di bidang kesehatan

berbicara soal hak-hak penderita pun mereka yang mempunyai risiko besar tertular HIV/AIDS di Indonesia laksana pekerja seks komersial, pecandu narkoba, narapidana, transgender sampai pengungsi. Mereka terabaikan haknya. Tak melulu mengalami penghakiman di lingkungan sosial, urusan mereka guna mendapatkan pencegahan pun perawatan ketika terkena HIV/AIDS pun diabaikan.

Suksma berkata sebagai perwakilan dari Coordination of Action Research on AIDS and Mobility (CARAM) distrik Asia. Suksma sendiri ialah pengidap HIV. Ia tertular dari mantan suaminya yang adalah pecandu narkoba.

Saat kesatu kali divonis mengidap penyakit mematikan itu, Suksma menerimanya dengan tenang. Ia malah bergabung dengan suatu LSM sebagai aktivis guna memperjuangkan hak-hak penderita HIV/AIDS lainnya.

4. Erwiana Sulistyaningsih
TKI yang masuk susunan orang paling dominan majalah Time
Perempuan berisi inspirasi di bidang Hukum dan HAM

Erwiana Sulistyaningsih, penduduk Dusun Kawis, Desa Pucangan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menulis sejarah di dunia internasional. Mantan tenaga kerja perempuan yang menjadi korban penyiksaan di Tseung Kwan O, Hong Kong, sejumlah waktu kemudian masuk dalam susunan seratus orang paling dominan oleh majalah Time.

Erwiana adalah TKW yang mengadu nasib di Hong Kong semenjak 13 Mei 2013 dan kembali ke Ngawi pada 10 Januari 2014. Saat pulang, kondisinya menyedihkan lantaran tubuhnya kurus dan diisi luka di sekujur tubuh dampak dianiaya oleh Law Wan Tung, majikannya.

Time memasukkannya dalam susunan seratus orang dominan sejagat lantaran keberanian Erwiana mengungkapkan perlakuan majikannya dan mendesak perbaikan hukum demi perlindungan yang lebih baik untuk para tenaga kerja di Hong Kong.

5. Ayu Gani
Si korban bully yang berhasil jadi model
Wanita berisi inspirasi di bidang hiburan

Dulu, teman-teman sekolahnya memanggil Gani dengan sapaan ‘kecoak’ atau ‘tempat sampah’. Masa sekolah yang seharusnya menyenangkan, justeru adalah siksaan untuk gadis berdarah Jawa itu. Berbagai intimidasi ia terima dari seniornya. Pernah di sebuah masa, semua teman satu sekolah menjauhinya.

Gani tumbuh menjadi gadis pemalu dan tidak cukup percaya diri. Bullying yang ia terima di sekolah sempat menghantuinya selama sejumlah waktu. Tapi lantas Gani bangkit dan mengoleksi keberaniannya lagi. Ia lantas mengambil risiko guna berhenti kuliah dari suatu universitas swasta di Yogyakarta dan berpindah menjadi di Jakarta.

Ia lantas mengikuti ajang pemilihan model bergengsi “Asia’s Next Top Model” dan menjadi pemenang kesatu. Kini Gani menemukan kontrak kerja dari agensi model dunia. Ia bahkan menjadi wajah e-commerce ternama di Asia, Zalora. Ia memperlihatkan diri pada dunia, pun pada orang-orang yang dulu membencinya, bahwa keberaniannya tetap ada. ia dapat bangkit dari suasana paling buruk dan motivasi menggapai impiannya.

Keberanian semua perempuan di atas dapat menjadi dorongan untuk perempuan-perempuan Indonesia guna menjadi lebih maju. Semoga di masa mendatang akan hadir lebih tidak sedikit lagi perempuan-perempuan berisi inspirasi dari Indonesia.